5 Telur yang Mengagumkan

Semua mahluk hidup berasal dari telur? Bahkan mamalia dan manusia? Hal ini menarik sekali untuk diketahui dan dicermati walau hanya untuk sesaat, bagaimana tidak setiap mahluk hidup hasil reproduksi dikatakan dari telur, bagi mamalia dan manusia hal ini sangat menggelitik, karena rupanya tahap reproduksi diawali dengan bertemunya antara sel telur dan sperma. Reproduksi adalah salah satu fase yang membuktikan keajaiban dan keagungan MahaPencipta. Berikut Blog Ansyari merangkum 5 telur yang mengagumkan:

1. Vivipar

Vivipar adalah salah satu proses regenerasi/reproduksi dengan cara bertelur dan menetas di dalam tubuh sang induk. Terkadang setelah dikeluarkan telur-telur tersebut masih disimpan di dalam tubuh induknya hingga menetas. Proses ini dialami oleh beberapa spesies ular, ikan, kecoa, kalajengking dan beberapa hewan lainnya. Bahkan pada kuda laut, telur tersebut ditransferkan dari tubuh betina ke tubuh jantannya, lalu sang jantan merawatnya hingga telur tersebut menetas. Yang menarik adalah di dalam tubuh mamalia, bentuk telur berbeda dengan hewan lain, melain berbentuk embrio yang makanannya berasal dari tubuh sang induk melalui plasenta.
Proses vivipar lebih melelahkan sang induk daripada proses ovipar (bertelur), walaupun memakan waktu cukup lama namun proses vivipar lebih menjamin kelangsungan hidup generasi berikutnya karena terjaga. Sang induk hewan vivipar pun memiliki hubungan yang dekat dengan anak-anaknya karena mereka harus mengajari, merawat serta mendidik agar di saat dewasa mampu hidup mandiri. Lain halnya dengan hewan ovipar, ketika mereka lahir insting memandu mereka untuk bertahan hidup, karena mereka diwarisi intelektual secara genetis. Dan perbedaan lainnya adalah hewan vivipar lebih mudah dilatih dan cepat beradaptasi dengan lingkungan daripada hewan ovipar.

2. Telur Monotremata
Beberapa menyatakan bahwa monotremata adalah hasil sebuah evolusi dari hewan reptil (yang juga dikatakan nenek moyan mamalia modern). Satu-satunya hewan monotremata yang masih hidup adalah Platypus (seperti berang-berang namun memiliki paruh seperti bebek) dan Echidna (landak). Mereka berdarah panas, memiliki rambut dan menghasilkan susu, sehingga mereka adalah mamalia yang bertelur. Tidak seperti unggas ataupun reptil, monotremata menyimpan telur di dalam tubuh dan memberinya nutrisi. Telur monotremata berwarna putih,kecil dan bulat. Telur tersebut akan menetas setelah empat hingga enam bulan, setelah itu bayi-bayinya akan dirawat oleh sng induk di dalam sarang. Satu hal yang perlu Anda ketahui, cara platypus memberikan kehangatan bagi telar-telurnya adalah dengan melingkarkan ekornya hingga mencapai perut. Uniknya walaupun echidna tidak memiliki puting, namun susu yang dikeluarkan melalui keringat sehingga dapat diminum oleh bayi-bayi mereka.

3. Telur Amfibi
Hewan amfibi adalah hewan yang memulai kehidupannya di area perairan kemudian setelah mencapai fase dewasa mereka menghabiskan hidupnya di atas permukaan tanah. Telur-telur mereka diletakan di permukaan air, dilindungioleh lendir yang agar telur-telur tersebut tidak terpisah. Setelah telur tersebut menetas maka fase berikutnya disebut kecebong, mulai tumbuh mulut, mata, kaki, paru-paru dan perlahan ekornya menghilang. Dalam fase kecebong mereka hidup seperti ikan, berenang ke sana kemari mencari nutrisi tambahan, sementara mulutnya belum terbentuk makanan akan diserap melalui kulit mereka. Namun ada juga beberapa katak yang membawa telur-telur di dalam tubuh mereka, hal ini disebatkan tidak cukup air ataupun berusaha menjaga dari pemangsa. Jika demikian, maka sang induk akan menjaganya hingga menetas dan katak cukup dewasa di dalam perut, sehingga ketika mereka keluar tidak lagi mengalami fase kecebong.

4. Telur Serangga

Serangga betina seringkali menyimpan sperma jantan dari hasil satu kali perkawinan, karena para jantan akan mati setelah melakukan perkawinan. Serangga akan mengeluarkan telur yang banyak, sehingga mereka akan membuat sarang yang cukup besar. Beberapa serangga ada yang menyimpan telurnya di dalam air, dan nantinya akan menjadi larva untuk selanjutnya dewasa hidup di daratan. Banyak juga jenis serangga yang akan merawat telur-telurnya setelah dikeluarkan dari tubuh, seperti misalnya semut. Para semut dewasa akan merawat telur-telur, yakni dengan menjaga kelembaban dan keasaman telur.

5.Telur Spons, ubur-ubur dan koral (karang)
Spons, ubur-ubur dan koral bereproduksi dengan cara bertelur, hampir sama dengan ikan. Namun mereka tidak memiliki jenis kelamin baik jantan maupun betina, karena kedua alat reproduksi telah dimiliki oleh satu tubuh. Telur mereka akan dikeluarkan dikedalaman air, namun ada juga yang menghasilkan tanpa harus melakukan proses perkawinan yakni hanya dengan menyemburkan sel-sel mereka tanpa harus dibuahi. Beberapa spons dan ubur-ubur akan berepropduksi dengan cara membelah diri mereka menjadi dua, dan bahkan ketika tubuh mereka terbelah secara tidak sengaja, makan akan hidup generasi yang baru.