Negeri yang Tenggelam ke dalam Lautan

Selain Atlantis, masih banyak lagi kota kota yang tenggelam di dasar samudra. Inilah kota kota yang tenggelam tersebut.

Port Royal, Jamaica

[Image: 1.jpg]

[Image: 1a.jpg]

Setelah disebut sebagai 'Kota Terkeji di Bumi' (karena merajalelanya pembajakan, prostitusi dan konsumsi minuman keras), bagian dari Port Royal tenggelam setelah gempa bumi pada tahun 1692. Reruntuhan tersebar di Kingston Harbor, dan saat ini, sisa-sisa kota meliputi 13 hektar pada kedalaman hingga 40 meter. Penyelidikan arkeologis dari situs dimulai pada tahun 1981, dipimpin oleh Program Arkeologi Nautical dari Texas A & M University. Penyelidikan menemukan dokumen dokumen bersejarah, artefak organik dan sejumlah besar puing-puing arsitektur.

Baiae and Portus Julius, Italy

[Image: 2.jpg]

[Image: 2a.jpg]

[Image: 2b.jpg]

Baiae adalah kota Romawi kuno yang menghadap Teluk Naples, adalah tempat kaisar, bangsawan, dan orang orang Roma yang kaya pergi menghabiskan waktu di villa villa mereka. Baiae juga terhubung ke pangkalan angkatan laut terbesar Kekaisaran Romawi, Portus Julius. Namun, kota pelabuhan tersebut dibangun di atas sebidang tanah vulkanik, suatu hal yang telah menyebabkannya runtuh ke laut.


Pavlopetri, Greece

[Image: 3a.jpg]

[Image: 3.jpg]

[Image: 3b.jpg]

[Image: 3c.jpg]

Reruntuhan kota kuno Mycenaean, Pavlopetri bertanggal kembali ke periode Neolitik (2.800 SM), dan mengungkap pusat budaya Yunani kuno. Kota tenggelam itu ditemukan tiga sampai empat meter di lepas pantai selatan Laconia, dan memiliki banyak bangunan utuh, halaman, jalan-jalan, peti mati dan kuburan. Pavlopetri diyakini menjadi kota pelabuhan yang berkembang dan menjadi kunci bagi banyak misteri peradaban Mycenaean.


Cleopatra’s Kingdom, Alexandria, Egypt

[Image: 4.jpg]

[Image: 4a.jpg]

[Image: 4b.jpg]

[Image: 4c.jpg]

[Image: 4d.jpg]

Hilang selama 1.600 tahun, bagian dari kerajaan Cleopatra ditemukan dilepas pantai Alexandria. Sebuah tim arkeolog kelautan, yang dipimpin oleh Prancis, Franck Goddio, mulai menggali kota kuno itu pada tahun 1998. Sejarawan percaya bahwa situs itu tenggelam oleh gempa bumi dan gelombang pasang. Namun, yang mengherankan, beberapa artefak sebagian besar tetap utuh. Di antara penemuan adalah fondasi istana, kapal karam, kolom granit merah, dan patung-patung dewi Isis dan sphinx. Pemerintah Mesir berencana untuk membuat sebuah museum bawah air dan tur ke situs tersebut.